• Home
  • Category: Berita Bola

Mourinho Di Bawah Tekanan Saat Man Utd Menjamu Liverpool

Taktik defensif yang dilakukan Jose Mourinho saat Man Utd berhadapan dengan Liverpool ternyata mendapatkan kecaman dari beberapa pihak.Pada pertandingan yang diadakan di bulan Oktober tahun lalu di Anfled, pertandingan berakhir dengan skor kacamata. Tapi apa cara terbaik untuk dimainkan ketika melawan tim Jurgen Klopp. Jawabannya tentunya akan diterapkan saat Man Utd bertemu dengan Liverpool kembali.

Yang Harus Dilakukan Mourinho

Mourinho terpaksa melakukan serangan defensif pada pertandingan bulan Oktober tersebut. United hanya melakukan satu tembakan ke sasaran dan mereka harus berterima kasih kepada David De Gea atas penyelamatan jarak dekat yang luar biasa dari serangan Joel Matip. Setelah itu, Klopp bersikeras dia tidak akan pernah menggunakan lagi taktik memanjakan yang sama pada Liverpool.

Menurut beberapa keterangan, pilihan pertama yang harus dilakukan oleh Mourinho adalah mengabaikan kritik dan memulai permainan lagi. Liverpool berada pada posisi paling berbahaya saat mereka diberi ruang untuk melakukan serangan, tapi bukan rahasia lagi bahwa mereka cenderung bersemangat saat mereka melihat tim lawan hanya bertahan saja, sama seperti saat melawan United di Anfield.

Mourinho mungkin juga mempertimbangkan fakta bahwa pasukan Klopp berada dalam kondisi yang jauh lebih baik saat itu daripada United setelah Liverpool memenangkan empat dari lima pertandingan terakhir mereka dan mencetak 13 gol secara keseluruhan. Sehingga strategi Mou yang dianggap penting adalah mereka harus menghentikan langkah Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane agar tidak memberikan ancaman.

United sendiri mengetahui jika hasil imbang pun sudah bisa membuat mereka unggul dua poin di atas pesaing mereka dan memastikan posisi mereka brada di belakang City. Di sisi lain, mengalahkan anak buah Pep Guardiola sudah terlihat seperti sebuah kemustahilan, maka yang terbaik adalah mendekatinya dengan tidak perlu membuang cukup banyak energi. Mungkin ini berhasil.

Mourinho Harus Lepaskan Semangan United

Walau saat ini posisinya berada tepat di bawah Man City, yang artinya strategi Mourinho berhasil untuk menyelamatkan poin, pendukung Manchester United belum bisa menerima konservatisme semacam itu di kandang sendiri. Mourinho mungkin merasa benar atas taktik defensifnya dalam laga tandang melawan rival mereka, tapi di Old Trafford berbeda.Dia diharapkan untuk memprioritaskan kemenangan ketimbang sekadar menghindari kekalahan.

Banyak yang ingin agar Mourinho melepaskan belenggu tersebut dan membuat Liverpool kalah. United memiliki beberapa pemain menyerang paling hebat di Inggris. Apakah mengerahkan sebanyak mungkin cara terbaik dengan pemain terbaik untuk meruntuhkan pertahanan Liverpool tidak ada? Sejarah menunjukkan bahwa ini akan menjadi pendekatan yang berisiko. Liverpool telah mencetak lebih banyak gol dengan cepat dibanding klub Liga Primer lainnya musim ini, menurut Opta, dengan Arsenal dan Manchester City di antara tim-tim tersebut, mereka diketahui telah melakukan terlalu banyak serangan.

Hal yang sama juga terjadi dan dilakukan oleh Mourinho dalam kunjungan United ke Tottenham pada akhir Januari. Pelatih asal Portugis tersebut menerapkan sistem defensif. Banyak penggemar menyambut kehadiran Alexis Sanchez, Romelu Lukaku, Anthony Martial dan Jesse Lingard dalam starting line up yang sama bahwa klub akan melakukan serangan yang hebat. Namun Paul Pogba dan Nemanja Matic yang ada di lini tengah tidak berbuat banyak hingga skor akhir kalah 0-0.

Tentu saja berbagai kritik yang didapatkan oleh Mourinho tidak seharusnya membuat dirinya tidak fokus terhadap beberapa pertandingan United selanjutnya.Paling tidak, mereka bisa mengamankan posisi kedua jika mengalahkan Man City adalah kemustahilan.Hanya saja, banyak yang menginginkan agar Man Utd kembali menerapkan strategi menyerang seperti beberapa pertandingan bioskop online lainnya.

Coutinho Marah Besar pada Klopp

Kabar yang kurang sedap datang dari Philippe Coutinho, bintang Barcelona. Dikabarkan dirinya marah pada Jurgen Klopp, menajer Liverpool yang menilainya terlalu mendominasi. Dilansir dari CNN Indonesia, Coutinho pun melampiaskan amarahnya pada Klopp dengan menelpon mentan rekan satu timnya yang ada di Liverpool.

Tak Terima atas Pernyataan Klop

Dalam pemberitaan CNN Indonesia, Klopp pasalnya mengatakan bahwa Coutinho terlalu dominan ketika berseraham The Reds. Ia bermain terlalu ke dalam lini tengah, kata Coutinho. Dan menurut Klopp juga, cara bermain yang seperti ini tak diperlukan oleh timnya.

Komentar yang dilontarkan oleh Klopp tersebut membuahkan respons yang buruk dari Coutinho. Hal ini karena Coutinho memaparkan Klopp lah yang meminta dirinya tampil demikian. Manajer yang berasal dari Jerman tersebut memang tak khawatir dengan kepergian Coutinho dari Liverpool ke Barcelona di bursa transfer yang ada di bulan Januari lalu dengan banderol €160 juta atau sama dengan Rp. 2,6 triliun.

Pasalnya, Liverpool sendiri memang tak mengalami kesulitan setelah mereka ditinggalkan oleh mantan pemain Raja Poker Inter Milan tersebut. sekarang ini, rekan senegara Coutinho, yakni Roberto Firmino menggantikan peranan pemain yang berusia 25 tahun tersebut.

Liverpool pasalnya tetap menunjukkan performa yang baik dan juga konsistensinya dalam membobol gawang lawan lewat Sadio Mane, Mohamed Saleh, dan juga Firmino. Di mata Klopp, hengkangnya Coutinho itu membuat permainan timnya malahan menjadi tak mudah dibaca oleh lawan karena tak ada lagi pemain yang terlihat begitu ‘berkuasa’ dan dominan di skuat Liverpool ini.

“Anda ingin dia menjadi 10, namun dengan Phil kami memberikannya operan 3,6 meter. dan Anda tidak memerlukan tersebut. sekarang kami tak mempunyai pemain dominan seperti ini yang selalu mengatakan, ‘Berikan pada saya, berikan pada saya, berikan pada saya’ begitu lah adanya,” tukas Klopp.

Tak Murung ditinggal Coutinho

Liverpool seolah tidak menunjukkan dampak negative dari hengkahnya Coutinho ke Barcelona. Dan hal ini lagi dan lagi menurut sang menejer Liverpool kini tidak lagi bergantung pada satu orang pemain saja yakni Coutinho. Dan lebih tegas lagi Klopp menyatakan bahwa timnya sekarang lebih bermain sebagai sebuah tim yang soild.

“Para pemain cukup cerdas untuk bisa memanfaatkan para pemain bagus yang ada di tim. Dan jika kita menyaksikan Barcelona, mereka memberikan Messi bola pada momen spesifik dan itu sejujurnya merupakan sebuah ide yang bagus,” ungkap Klopp lagi. “Saya dulu melakukan hal yang amat sangat serupa dengan itu. itu lah yang juga kami lakukan pada Phill dan sekarang kami melakukannya lebih ke para pemain yang lainnya,” imbuhnya.

“Kami saling bekerja sama dan tak ada perlunya untuk mengubah sikap,” tukasnya dengan tegas.

Coutinho yang mendengar atau mengetahui pernyataan Klopp ini diberitakan tidak suka dan seketika marah. Ucapan Klopp tersebut kesannya Liverpool tidak bermain dengan tim ketika ada dirinya. Dan Playamaker Brazil tersebut mengirimkan pesan pada mantan rekannya yang ada di Liverpool perihal perasaannya pada  kata-kata yang dilayangkan oleh Klopp.

Rumor yang beredar, Coutino dan Klopp melalui sebuah hubungan yang buruk sebelum akhirnya Coutinho memutuskan untuk pergi meninggalkan Liverpool. Mantan pemain Inter Milan itu dikabarkan tak suka dengan komentar-komentar buruk Klopp yang mengatakan bahwa Coutinho tak akan pergi. Dan dengan adanya pernyataan ini, diprediksi hubungan keduanya nampaknya akan makin buruk.