• Home
  • Apresiasi
  • Mira Lesmana Tunjukkan Keprihatinan Karena Kurangnya Film Anak-Anak

Mira Lesmana Tunjukkan Keprihatinan Karena Kurangnya Film Anak-Anak

Belakangan ini industry film Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat. Buktinya da beberapa jajaran film Indonesia yang bahkan sampai ditayangkan di luar negeri. Misalnya saja film horror remake Pengabdi Setan yang sudah melalang buana sampai ke Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Yang lebih menakjubkan lagi film ini sudah mulai tayang di beberapa Negara di Eropa misalnya Spanyol, Belanda dan yang lainnya.

Industri Film Indonesia Memang Meningkat

Tidak hanya itu, perkembangan film Indonesia yang makin meningkat ini juga ditunjukkan dari meningkatnya minat para penonton Indonesia untuk menonton film garapan Indonesia. Misalnya saja fil Dilan 1990 yang baru rilis 25 Januari 2018 lalu yang bisa menjadi contoh paling konkritnya. Banyak penonton Bandar togel online yang mengapresiasi film yang bertema percintaan remaja ini.

Memang pertumbungan indusri perfilman di Indonesia menunjukkan progress yang cukup signifikan akhir-akhir ini. Gairah para penontonnya untuk bisa mengapresiasi film-film dengan langsung menyaksikan ke bioskop juga dinilai makin tinggi. Hal ini bisa dilihat dari perolehan jumlah penonton yang kian meningkat.

Sejak tahun 2008 lalu tahta film paling laris dipegang oleh film berjudul Laskar Pelangi dengan penonton berjumlah 4,7 juta penonton. Dan setelah lebih dari satu windu, akhirnya posisi Laskar Pelangi digantikan oleh Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 dengan 6,8 juta penonton. Dan tahun ini ada DIlan 1990 yang nampaknya siap menyusul posisi itu dengan raihan 6 juta penonton setelah 1 bulan penayangannya.

Tak Ada Film untuk Anak-Anak

Hanya saja, menurut berita dan data yang dilansir dari CNN Indonesia, pertumbuhan itu tak diiringi dengan keseimbangan tema dari film-film. CNN Indonesia mendata, dalam 5 tahun terakhir, dari hampir 500 judul film yang sudah diproduksi, tidak lebih dari 15 judul film untuk anak-anak. Bahkan, berdasarkan data yang diperoleh, dari 10 besar perolehan jumlah penonton yang dihimpun dari filmindonesia.or.id, hanya Laskar Pelangi saja yang menjadi satu-satunya film anak-anak Indonesia yang berhasil menduduki urutan ketiga film dengan raihan penonton terbanyak.

Tetap saja, tak bisa dipungkiri bahwa data tersebut menunjukkan minimnya tontonan anak-anak yang dihadirkan di bioskop Indonesia.

Hal ini juga ikut mendapat perhatian dari Mira Lesmana, produser film-film beken Tanah Air. Ia mengatakan, “Kondisi ini tentu saja membuat prihatin akan tetapi juga sekaligus memicu keinginan saya untuk bisa kembali lagi mempersembahkan karya baru untuk anak-anak Indonesia.”

“Industri perfilman Indonesia makin ramai dengan film-film yang memilki kualitas yang tinggi dan juga memiliki prestasi yang sangat luar biasa. Saya ingin film untuk anak-anak juga demikian,” imbuhnya.

Mira yang mana juga produser dari Laskar Pelangi yang menjadi film anak-anak paling laris ini mengatakan bahwa kini kondisi yang mana kurangnya film-film untuk anak-anak membuat dirinya dan sutradara Riri Riza membuat karya yang baru, yakni Kulari ke Pantai.

Ia menuturkan bahwa film tersebut akan membawa anak-anak dan juga keluarga menjelajahi Pulau Jawa yang panjangnya lebih dari 1000 km melalui sebuah perjalanan darat yang sangat mengasyikkan dan juga penuh dengan kejutan. Dari Jakarta, Banyuwangi dan bahkan ke Pula Rote yang ada di NTT. I

Ia menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapinya sekarang adalah membuat film anak-anak yang bisa menyampaikan pesan dengan cara yang menyentuh, lucu dan menghibur lalu dikemas di bahasa yang kekinian.

Woodsudbury

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *