• Home
  • Formula 1
  • Tes Pramusim F1 Pertama, Daniel Ricciardo Terdepan

Tes Pramusim F1 Pertama, Daniel Ricciardo Terdepan

Ajang balap mobil Formula 1 siap untuk dimulai pada 25 Maret 2018 mendatang. Sirkuit Melbourne Grand Prix di Melbourne, Australia dipilih sebagai seri pembuka rangkaian balap F1 musim 2018 ini. Seperti lazimnya persiapan jelang musim baru, dilangsungkan tes pramusim F1 yang baru saja digelar di sirkuit Catalunya, Barcelona pada Senin (26/2) kemarin

 

Dan pebalap Red Bull, Daniel Ricciardo yang sukses meraih posisi terdepan karena mencatat waktu tercepat di hari pertama tes pramusim F1. Ricciardo mencatat waktu 1 menit 20,179 detik pada menit-menit terakhir jelang jeda di siang hari. Hasil Ricciardo itupun tak bisa digeser pebalap lain hingga tes pertama hari terakhir berakhir. Selain itu memang sirkuit Catalunya memang diguyur hujan hingga sore hari.Menyusul Ricciardo, di posisi kedua ada pebalap Mercedes, Valtteri Bottas dan pebalap Ferrari, Kimi Raikkonen di peringkat ketika. Bottas tertinggal 0,178 detik dan Raikkonen selisih 0,327 dari Ricciardo.

 

Sementara itu McLaren yang kini mengganti mesin mereka dengan Renault terlihat menjanjikan di hari pertama tes sehingga Fernando Alonso mampu melahap 51 putaran meskipun sempat kecelakaan sehingga harus puas di posisi kelima. Sang juara bertahan, Lewis Hamilton, baru mendapat jatah mengetes mobil Mercedes pada sore hari dan hanya menuntaskan 25 lap dan berakhir di peringkat tujuh.

 

Tatap Musim 2018, Ferrari Rilis SF71H

Ferrari memang patut memulai musim 2018 dengan semangat membara. Karena mereka memang menutup F1 musim 2017 dengan Sebastian Vettel dan Raikkonen yang berakhir di posisi kedua dan keempat. Tak heran untuk menyambut 2018, Ferrari memutuskan mengenalkan mobil baru mereka yang dinamai SF71H dan memiliki beban harus lebih sukses daripada pendahulunya.

 

SF71H sendiri dikenalkan Ferrari di markas mereka yang ada di Maranello, Italia hari Kamis (22/2) pekan lalu. Jika melihat sekilas, perbedaan SF71H dan SF70H adalah warnanya yang semakin dominan merah hingga bagian depan kokpit. Bagian sasis SF71H memiliki wheelbase (jarak sumbu roda) yang lebih panjang dan diperkuat dengan desain sidepod yang lebih agresif serta sistem pendingin dan aerodinamika makin baru.

 

“Kami berusaha untuk mempertahankan kekuatan, agresifitas beberapa desain dan bekerja dengan baik pada sirkuit berkecepatan rendah. Tapi kami juga mengembangkan aerodinamika untuk membuatnya tangguh di sirkuit berkecepatan tinggi juga pada reliabilitas,” ungkap Mattia Binoto selaku Direktur Teknik Ferrari kepada BBC seperti dilansir Detik.Melalui SF71H, Ferrari memang berharap bisa bersaing ketat dengan Mercedes. Apalagi sudah 10 tahun terakhir ini, tidak ada pebalap Ferrari yang berhasil meraih gelar juara dunia.

 

Fernando Alonso Optimis Kejar Gelar Juara

Performa McLaren Honda di musim 2017 memang bisa dibilang sangat mengecewakan. Kedua pebalap mereka bahkan sama sekali tidak bisa menyentuh klasemen sepuluh besar. Di mana Alonso hanya berada di peringkat 15 dan rekannya, Stoffel Vandoorne, ada di posisi 16. Menyadari penampilan mereka yang sangat buruk, McLaren pun mulai optimis lagi jelang 2018.

 

Rasa optimisme itu diperlihatkan Alonso setelah McLaren merilis mobil baru mereka, MCL33. Dan MCL33 juga mencetak sejarah karena menjadi kali pertama bagi McLaren menggunakan mesin Renault. Selama tiga tahun terakhir, McLaren memakai mesin Honda yang tidak memuaskan. Bahkan Alonso cuma mampu finish terbaik di posisi kelima sebanyak lima kali. Alonso pun sudah tak pernah menang lagi sejak GP Brasil 2012 dan McLaren tak pernah mencapai podium sejak tahun 2014.

Woodsudbury

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *